Fabiayyi Aalaairabbikumaa Tukadzibaan
"Dan Nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kamu dustakan ? "
Demikian bunyi sepenggal ayat dari surat Arrahman yang di ulang beberapa kali dalam surat itu. Ya.. nikmat Tuhan yang mana yang kita bisa ingkari? setiap helai nafas yang kita hirup... sinar matahari yang kita rasakan... makan, minum, penglihatan, teman, sahabat,orangtua dan.. ahh.. terlalu banyak nikmat Tuhan yang sudah kita terima dan tak kan mampu kita nafikan.
Hanya saja terkadang kita terlalu mendramatisir setiap hal yang kita anggap kekurangan atau musibah yang menimpa sehingga kita berani mempertanyakan kepada Allah mengapa hal tersebut terjadi pada diri kita?
Kekurangan yang ada pada diri kita akan jelas terlihat apabila kita fokuskan seluruh fikiran kita pada hal tersebut sehingga menjadikan sifat minder akibatnya linkungan akan menangkap performance yang jelek. Tapi adalah cerdas namanya apabila kita mampu menutupi kekurangan itu dengan menggali kelebihan dan mengexposenya, maka apa yang diistilahkan dengan inner beauty lah (catt : ini berlaku bagi wanita dan laki2) yang di terima oleh masyarakat sekitar dari pada kelemahan yang ada.
Begitupun terhadap setiap musibah yang terjadi pada diri kita. Justru dengan masalah atau musibah yang menimpa yang akan menempa kematangan jiwa dan cara berfikir kita. Percayalah, dengan tidak menurutkan emosi yang sesaat, kita akan mampu mendapatkan hikmah yang sungguh-sungguh berharga. Rasa kecewa atau sakit hati atau kesedihan itu wajar saja di rasakan setiap kita saat ditimpa musibah, namun dengan memasrahkan diri pada Allah dan selalu berharap kebaikan dan berhusnudzon pada Allah , semua akan terasa lebih mudah dan pasti setelah itu kita melihat keutamaan2 yang tidak terlihat seblum semua terjadi.. :)
So.. just be strong and be patient ;)
note : if u r not agree with my opinion.. tell me and give me a critic
"Dan Nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kamu dustakan ? "
Demikian bunyi sepenggal ayat dari surat Arrahman yang di ulang beberapa kali dalam surat itu. Ya.. nikmat Tuhan yang mana yang kita bisa ingkari? setiap helai nafas yang kita hirup... sinar matahari yang kita rasakan... makan, minum, penglihatan, teman, sahabat,orangtua dan.. ahh.. terlalu banyak nikmat Tuhan yang sudah kita terima dan tak kan mampu kita nafikan.
Hanya saja terkadang kita terlalu mendramatisir setiap hal yang kita anggap kekurangan atau musibah yang menimpa sehingga kita berani mempertanyakan kepada Allah mengapa hal tersebut terjadi pada diri kita?
Kekurangan yang ada pada diri kita akan jelas terlihat apabila kita fokuskan seluruh fikiran kita pada hal tersebut sehingga menjadikan sifat minder akibatnya linkungan akan menangkap performance yang jelek. Tapi adalah cerdas namanya apabila kita mampu menutupi kekurangan itu dengan menggali kelebihan dan mengexposenya, maka apa yang diistilahkan dengan inner beauty lah (catt : ini berlaku bagi wanita dan laki2) yang di terima oleh masyarakat sekitar dari pada kelemahan yang ada.
Begitupun terhadap setiap musibah yang terjadi pada diri kita. Justru dengan masalah atau musibah yang menimpa yang akan menempa kematangan jiwa dan cara berfikir kita. Percayalah, dengan tidak menurutkan emosi yang sesaat, kita akan mampu mendapatkan hikmah yang sungguh-sungguh berharga. Rasa kecewa atau sakit hati atau kesedihan itu wajar saja di rasakan setiap kita saat ditimpa musibah, namun dengan memasrahkan diri pada Allah dan selalu berharap kebaikan dan berhusnudzon pada Allah , semua akan terasa lebih mudah dan pasti setelah itu kita melihat keutamaan2 yang tidak terlihat seblum semua terjadi.. :)
So.. just be strong and be patient ;)
note : if u r not agree with my opinion.. tell me and give me a critic
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home